Rasanya
gak percaya puasa udah sepuluh dan gak ada yang bolong.
Soalnya di
sekolah, baru hari ke 9 kantin udah pada ramai. Biasanyaa sih cowok ngakunya
kuat tapi cemennn baru nahan makan minum 12 jam aja “gak tahan
“ By the way aku lupa nich
nama aku “riny“ pelajar yang sekolahnya di SMA 2 MAJENE ngambil jurusan BAHASA.
Ini pertama kalinya aku menjalani ibadah puasa with new situation. Sekolah yang
bertaraf international itu pastinya.
“riny….
wait me ! “alam memanggilku.
“ napa … alam
????
“ gak kok,
aku cuma mau bilang kita barengan masuk ke kelas “
“ okeee…..
“. Tanggapku.
Alam my
best friend in class, cowok yang sederhana yang ingin bersahabat denganku
sekaligus ingin menjagaku juga.
“ kita akan
terus rin…… “ sergah alam
“ yoi … “, kataku pendek . ( tapi gimana kalau kita
udah naik kelas.) “ gumamku dalam hati”.
Setelah kami meninggalkan
sekolah dan melanjutkan pendidikan , gak tahu kenapa sosok alam langsung lenyap
dalam kehidupanku.
Kaget dan akupun terbangun, ternyata
dan ternyata aku hanya bermimpi. Aku
sendiri berharap ini menjadi kenyataan. Beban yang lama aku pendam nyaris
bobol. Aku hanya berusaha tabah dan kuat, tapi malam itu sungguh aku tidak bisa
menahannya. Bendungan kokoh yang ku jaga selama 4 tahun itu roboh. Aku benar-benar
teringat alam yang kukenal 5 tahun lalu.
Tepatnya
kami siswa-siswi baru, aku dan alam bertemu pada saaat MOS (masa
orientasi siswa).
Setelah
itu, kemanapun pergi kami selalu berdua. Tiga hari cukup untuk kami berdua
menyatakan bahwa kita itu “ SAHABAT “. Selang waktu bergulir, hari itupun
datang FRIENDSHIP’DAY yang kebetulan jauh tepat di saat Ramadhan. Tadinya kita
berdua merancanakan sesuatu, tapi Rahasia …… katanya”.
Anehnya ,
Alam berubah total. Padahal 5 hari lagi
dimana kita akan saling member dan berkomitmen. Tapi apa ???? apa sebabnya ???? “. Tanyaku dalam hati.
Alam menjahuiku dan menghindar. Kesabaranku habis
dan sungguh ini sangat menyiksaku. Kemarin ia menjahuiku, menghindar dan
sekarang Alam benar – benar menghilang.
Aku putus asa. Semua sudah kulakukan. Hubungi handhpone-nya gak aktif , telepon rumahnya pun gak ada yang
angkat. Sempat aku berfikir , Alam pindah dan tidak mau mengabariku. Kalau
sudah begini , dia bukan lagi membuatku sedih tapi sudah marah, sampai-sampai
keputusanku sudah memuncak tanpa sengaja aku mampir di Rumah Sakit, dimana
bokapku salah satu dokter disitu. Akupun langsung menuju keruangannya. ” suster …. apa ayahku ada didalam?”. Tanyaku pada suster
yang lagi jaga. “ gak ada mbak, dokter lagi periksa pasien
yang kagi kritis”, jawabnya. “ aku tunggu didalam saja ya suster”, sergahku.
Bagai di
sambar petir, aku melihat File pasien ayah yang terletak di atas meja. ‘ SABDA
ALAM ‘. Terpampang di File itu. Tanpa banyak kata, akupun langsung berlari dimana
pasien itu dirawat. Sebenarnya aku gak pernah tahu nama lengkap Alam. Tapi
kenapa, aku itu yakin banget kalau nama itu adalah nama Alam sahabat karibku
semasa Sekolah di SMA.
Aku gak bisa berkata apa-apa. aku bagai
disambar petir, lebih hebatnya lagi waktu melihat filenya . Alam anak yang
sederhana yang aku kenal, terbujur kaku di atas tempat tidur. Aku menangis ,
siapa sangka …. My Hero tidak berdaya melawan penyakit itu. Air mataku tak
henti-hentinya mengalir tatkala ibunya sudah mengenal aku.
“
masuk nak ….”, katanya pelan. Setelah masuk, tangisku makin keras. Sungguh aku
benar-benar gak bisa menahannya melihat sahabatku melawan penyakitnya sendirian.
“ Ri…ny… riny…. riiinyyy….. “. Aku sadar ada yang memangil-manggil
namaku. “ Alam…………….. kamu sadar!!!!”.gumamku.
“rin……… maafin aku”. Alam mencoba ingin bicara lebih banyak, “ jangan
nangis rin..,maaf sekali lagi riny…. Hari itu aku gak bisa datang untuk
menepati janjiku, Selamat Hari Persahabatan rin…”.
“ Aaalaaaammmmmm…….. bangun alam …. bangunnnn …… dokter ….. dok… dokter ….. ayahhhhhhhhhhhhh
….. “. Teriakanku bergema sampai di lorong-lorong rumah sakit.
Hujanpun mengiringi kematian
ALAM, ada ratusan pelayat yang mengantar kepergiannya. Ditempat peristirahatan
terakhir, air mataku mengering. Setelah kepergian Alam, ibunyapun memutuskan
untuk tinggal di rumah saudaranya di Kalimantan karena ayahnya Alam bertugas
disana. Tapi ada sesuatu yang dititipkan ibunya kepadaku . Sebuah surat
terakhir dari Alam. Suratnya agak kotor lantaran ada bekas-bekas darah. Tadinya
sih aku tidak ingin membaca surat itu, butuh tiga hari untuk menenangkan diri, lalu
membacanya.
Dear RINY…..
Allahu akbar ….. Allahu akbar ….
Allahu akbar …
La….ilaaaa … haillallah wallahu
akbar …
Allahu akbar walilla ilham ….
Mungkin saat
kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada disampingmu. Saat yang kutunggu
telah tiba, sebenarnya aku mengira datangnya akan secepat ini, tapi mau gimana
lagi . toh aku udah Prepare …… rin …. Penyakit ini aku tahu pas SMA kelas 2.
Kepalaku sakit sekali dan rasanya seperti mau pecah. Itu berlangsung selama dua
minggu. Karena gak tahan, akupun periksa ke dokter. Awalnya gak percaya, tapi
udah tiga dokter dengan hasil yang sama.
Maaf
Rin …. Karena gak ada info takutnya kamu sedih.
Maaf
karena aku sempat menjauh
Maaf
karena aku menghindari
Maaf
karena aku gak bisa menjagamu
Maaf
karena aku begitu mencintaimu
Maaf
saat kemenangan datang, aku gak ada disampingmu
Selamat
IDUL FITRI 1429 H
If
you hear the people say my name you will say
He
is My Best Friend
“ SABDA ALAM “
Air mata ini tak terbendung
lagi. Surat Alam kini menjadi barang berharga bagiku. Selamat tinggal Alam .
Karya : MAGHFIRAH HARYANI
No comments:
Post a Comment