ATAS GAN

Thursday, 21 March 2013

Sedih Ditinggalkan Sahabat


                                             
Rasanya gak percaya puasa udah sepuluh dan gak ada yang bolong.
Soalnya di sekolah, baru hari ke 9 kantin udah pada ramai. Biasanyaa sih cowok ngakunya kuat tapi cemennn baru nahan makan minum 12 jam  aja “gak tahan  “        By the way aku lupa nich nama aku “riny“ pelajar yang sekolahnya di SMA 2 MAJENE ngambil jurusan BAHASA. Ini pertama kalinya aku menjalani ibadah puasa with new situation. Sekolah yang bertaraf international itu pastinya.
“riny…. wait me ! “alam memanggilku.
“ napa … alam ????
“ gak kok, aku cuma mau bilang kita barengan masuk ke kelas “
“ okeee….. “. Tanggapku.
Alam my best friend in class, cowok yang sederhana yang ingin bersahabat denganku sekaligus ingin menjagaku juga.
“ kita akan terus rin…… “ sergah alam
“ yoi  … “, kataku pendek . ( tapi gimana kalau kita udah naik kelas.) “ gumamku dalam hati”.
                Setelah kami meninggalkan sekolah dan melanjutkan pendidikan , gak tahu kenapa sosok alam langsung lenyap dalam kehidupanku.
                Kaget dan akupun terbangun, ternyata dan  ternyata aku hanya bermimpi. Aku sendiri berharap ini menjadi kenyataan. Beban yang lama aku pendam nyaris bobol. Aku hanya berusaha tabah dan kuat, tapi malam itu sungguh aku tidak bisa menahannya. Bendungan kokoh yang ku jaga selama 4 tahun itu roboh. Aku benar-benar teringat alam yang kukenal 5 tahun lalu.
Tepatnya kami siswa-siswi baru, aku dan alam bertemu pada saaat MOS     (masa orientasi siswa).
Setelah itu, kemanapun pergi kami selalu berdua. Tiga hari cukup untuk kami berdua menyatakan bahwa kita itu “ SAHABAT “. Selang waktu bergulir, hari itupun datang FRIENDSHIP’DAY yang kebetulan jauh tepat di saat Ramadhan. Tadinya kita berdua merancanakan sesuatu, tapi Rahasia …… katanya”.
Anehnya , Alam  berubah total. Padahal 5 hari lagi dimana kita akan saling member dan berkomitmen. Tapi apa ???? apa sebabnya ???? “. Tanyaku dalam hati.
Alam  menjahuiku dan menghindar. Kesabaranku habis dan sungguh ini sangat menyiksaku. Kemarin ia menjahuiku, menghindar dan sekarang Alam  benar – benar menghilang. Aku putus asa. Semua sudah kulakukan. Hubungi handhpone-nya  gak aktif , telepon rumahnya pun gak ada yang angkat. Sempat aku berfikir , Alam pindah dan tidak mau mengabariku. Kalau sudah begini , dia bukan lagi membuatku sedih tapi sudah marah, sampai-sampai keputusanku sudah memuncak tanpa sengaja aku mampir di Rumah Sakit, dimana bokapku salah satu dokter disitu. Akupun langsung menuju keruangannya.  ” suster ….  apa ayahku ada didalam?”. Tanyaku pada suster yang lagi jaga.                    “ gak ada mbak, dokter lagi periksa pasien yang kagi kritis”, jawabnya.   “ aku tunggu  didalam saja ya suster”, sergahku.
Bagai di sambar petir, aku melihat File pasien ayah yang terletak di atas meja. ‘ SABDA ALAM ‘. Terpampang di File itu. Tanpa banyak kata, akupun langsung berlari dimana pasien itu dirawat. Sebenarnya aku gak pernah tahu nama lengkap Alam. Tapi kenapa, aku itu yakin banget kalau nama itu adalah nama Alam sahabat karibku semasa Sekolah di SMA.
                 Aku gak bisa berkata apa-apa. aku bagai disambar petir, lebih hebatnya lagi waktu melihat filenya . Alam anak yang sederhana yang aku kenal, terbujur kaku di atas tempat tidur. Aku menangis , siapa sangka …. My Hero tidak berdaya melawan penyakit itu. Air mataku tak henti-hentinya mengalir tatkala ibunya sudah mengenal aku.                                                                                                                                       “ masuk nak ….”, katanya pelan. Setelah masuk, tangisku makin keras. Sungguh aku benar-benar gak bisa menahannya melihat sahabatku melawan penyakitnya sendirian.   “ Ri…ny… riny…. riiinyyy….. “.      Aku sadar ada yang memangil-manggil namaku.  “ Alam…………….. kamu sadar!!!!”.gumamku.                                                                      “rin……… maafin aku”. Alam mencoba ingin bicara lebih banyak, “ jangan nangis rin..,maaf sekali lagi riny…. Hari itu aku gak bisa datang untuk menepati janjiku, Selamat Hari Persahabatan rin…”.                                                                                             “ Aaalaaaammmmmm…….. bangun alam …. bangunnnn  …… dokter ….. dok… dokter ….. ayahhhhhhhhhhhhh ….. “. Teriakanku bergema sampai di lorong-lorong rumah sakit.
                Hujanpun mengiringi kematian ALAM, ada ratusan pelayat yang mengantar kepergiannya. Ditempat peristirahatan terakhir, air mataku mengering. Setelah kepergian Alam, ibunyapun memutuskan untuk tinggal di rumah saudaranya di Kalimantan karena ayahnya Alam bertugas disana. Tapi ada sesuatu yang dititipkan ibunya kepadaku . Sebuah surat terakhir dari Alam. Suratnya agak kotor lantaran ada bekas-bekas darah. Tadinya sih aku tidak ingin membaca surat itu, butuh tiga hari untuk menenangkan diri, lalu membacanya.
                Dear RINY…..
                Allahu akbar ….. Allahu akbar …. Allahu akbar …
                La….ilaaaa … haillallah wallahu akbar …
                Allahu akbar walilla ilham ….
                                Mungkin saat kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada disampingmu. Saat yang kutunggu telah tiba, sebenarnya aku mengira datangnya akan secepat ini, tapi mau gimana lagi . toh aku udah Prepare …… rin …. Penyakit ini aku tahu pas SMA kelas 2. Kepalaku sakit sekali dan rasanya seperti mau pecah. Itu berlangsung selama dua minggu. Karena gak tahan, akupun periksa ke dokter. Awalnya gak percaya, tapi udah tiga dokter dengan hasil yang sama.
                               
Maaf Rin …. Karena gak ada info takutnya kamu sedih.
Maaf karena aku sempat menjauh
Maaf karena aku menghindari
Maaf karena aku gak bisa menjagamu
Maaf karena aku begitu mencintaimu
Maaf saat kemenangan datang, aku gak ada disampingmu
                                                                                                Selamat IDUL FITRI 1429 H
If you hear the people say my name you will say
He is My Best Friend
                “ SABDA ALAM “

                Air mata ini tak terbendung lagi. Surat Alam kini menjadi barang berharga bagiku. Selamat tinggal Alam .
                               

                                                               
Karya : MAGHFIRAH HARYANI



No comments:

Post a Comment